Menu
kabarpetang media

Sempat Ingin Akhiri Hidup & Kerap Dibully, Ini Kisah Enzy Storia Hingga Dikenal Publik Ada Ciri Khas

  • Share

Hidup bagi aktris dan presenter Enzy Storia pada masa kecilnya diakui berat untuk dilalui. Padahal kini perempuan berdarah campuran Polandia-Aceh ini dikenal dengan sosok yang ceria dan punya ciri khas Tawa Soangnya. Dia mengisahkannya kepada presenter Daniel Mananta pada konten ‘Daniel Tetangga Kamu’ yang tayang, Senin (18/10/2021). Sedari kecil Enzy menyaksikan perceraian kedua orangtuanya bertengkar, ditinggal pergi sang ayah, hingga dirisak karena penampilan yang berbeda. Kejadian itu menyebabkan Enzy sempat kehilangan semangat hidup pada usia yang sangat muda.

Bahkan pernah terlihat pada benak Enzy kecil untuk mengakhiri hidupnya. Presenter dan model Enzy Storia sempat mengalami saat-saat sulit dalam keluarganya. Semua bermula ketika Enzy ditinggal pergi ayahnya yang berasal dari Polandia. Saat itu, Enzy serta ibu dan adiknya harus tinggal di rumah kontrakan. Tak hanya itu, Enzy harus naik angkot saat pergi ke sekolah.

“Jadi karena kondisi ekonomi keluarga terpuruk banget, aku sempat banget tinggal di rumah kontrakan, petakan, kalau aku ke sekolah harus naik angkot. Sedangkan teman aku kebanyakan anak orang kaya,” kata Enzy dikutip dari kanal YouTube Daniel Mananta Network, Selasa (19/10/2021).

Bahkan, presenter berusia 29 tahun itu mengaku malu lantaran sering disebut “Bule Kampung”.

“Ada momen aku merasa malu. Di kompleks itu sering dikatain Bule Kampung.

Sampai ada momen aku nggak mau bicara bahasa Inggris sama sekali. Aku juga nggak tahu kenapa aku diisengin, aku dilempar, dibully,” lanjut Enzy sambil terisak.

Tak hanya Enzy, adiknya juga turut menjadi sasaran risakan (bully).

Terlebih, adiknya secara fisik sangat berbeda dengan Enzy.

“Kalau misalkan aku naik angkot, mereka tanya ‘kok bule naik angkot sih’. Bukan hanya aku, aku sama adek aku kan beda, ya.

Aku seperti bule, sedangkan adikku kayak gelap kulitnya. Nah, adik aku ikutan dikatain,” tutur Enzy.

Pemain film Pretty Boys ini mengaku saat itu benar-benar terpukul.

Apalagi, ibunya juga terlihat terpuruk dan tidak mampu memberi support yang cukup kepada Enzy dan adiknya.

“Kondisinya seperti itu. Mamaku punya mental issue sendiri.

Dengan perpisahan-perpisahan dan masalah yang dia hadapi, mama nggak bisa kasih support system yang kuat buat aku juga.

Karena dia harus selamatkan dirinya juga,” ucap Enzy.

“Kayak aku pikir sudah nggak ada ayah, kok sosok mama juga nggak aku dapatkan?” lanjutnya.

Meski begitu, pengalaman pahit Enzy di masa lalu berbuahkan hasil yang manis baginya di masa depan.

Sempat berpikir mengakhiri hidup pada usia 9 tahun

Di balik senyumannya, presenter dan model Enzy Storia menyimpan cerita pilu masa kecil.

Enzy dulu bahkan sempat terpikir untuk mengakhiri hidupnya ketika dia masih berusia 9 tahun.

Kepada Daniel Mananta, Enzy menceritakan kehidupan masa kecilnya yang tak mudah.

Orang tuanya sudah berpisah sejak dia masih usia enam tahun. “Momennya aku inget banget, aku lagi di rumah, mau tidur, sampai sekarang masih ter-capture di otak aku,” kata Enzy mengawali kisahnya dikutip dari YouTube Daniel Mananta Network.

Saat itu orang tua Enzy bertengkar hebat, kemudian Enzy digendong oleh asisten rumah tangga dan dibawa ke rumah sang asisten.

“Aku tiba-tiba digendong mbok aku, udah rame mama papaku berantem, aku dibawa ke rumah mbok,” tutur Enzy.

“Terakhir aku inget banget, dicium jidatnya sama papaku, terus mamaku masih berantem, aku dibawa kabur sama mbok ke rumahnya,” lanjut Enzy dengan mata berkaca-kaca.

Enzy yang saat itu masih berusia 6 tahun, tak pernah menyangka ciuman ayahnya itu sekaligus menjadi pertemuan terakhirnya dengan sang ayah.

“Dari hari itu sampai sekarang, aku nggak pernah ketemu papaku lagi,” kata Enzy mengaku merinding ketika menceritakan kisah itu lagi.

Sejak saat itu, Enzy hanya hidup berdua dengan ibunya.

Setahun setelah ibunya berpisah, sang ayah sempat mengirimkan kartu pos dari New York dan juga kembali rutin menghubunginya melalui telepon.

Ketika usianya 10 tahun, sang ibu menikah lagi, dan komunikasi Enzy dengan ayahnya otomatis menjadi semakin sulit.

Sebagai anak kecil, Enzy sempat memiliki keinginan untuk hidup bersama ayahnya saja.

Akan tetapi ucapan ibunya saat itu membuatnya sakit hati.

“Ya namanya masih anak kecil, ‘aku pengin sama papa aja’ kayak gitu, ada penjelasan-penjelasan dari mama yang bikin aku sakit hati banget semasa kecil, keinget terus, tapi aku masih percaya ya udah nanti kalau misal aku gede, aku akan cari papa, aku akan ketemu sama dia,” tutur Enzy.

Kemudian tahun 2005 ketika terjadi tsunami di Aceh, besarnya pemberitaan saat itu membuat ayahnya tiba-tiba kembali menghubungi sang ibu.

Saat itu Enzy menduga ayahnya akhirnya tahu ibunya sudah menikah lagi, dan itu membuat kedua orang tuanya kembali terlibat konflik.

“Nggak lama dari itu, mamaku bilang ke aku kayak ‘stop cari papa kamu, papa kamu sudah meninggal,’” kenang Enzy.

“Aku sebenarnya nggak tahu, papaku udah meninggal apa nggak sih, karena semenjak itu, semua akses, semua berkas, semua info tentang dia udah nggak ada,” kata Enzy berurai air mata.

Enzy merasa hatinya hancur saat mendengar itu, tapi mau tak mau dia mempercayai ucapan ibunya.

Cerita pilu Enzy tak sampai di situ saja.

Terlahir dari ayah Polandia, wajah bule Enzy membuatnya sering diolok-olok teman bermain, tapi Enzy tak dapat berbuat hal lain.

“Ya kan aku enggak tahu kenapa aku di sini juga, kenapa aku dikata-katain, diiseng-isengin, dilempar, ya terus gimana,” ucapnya.

“Aku orang Indonesia kok, emang salah ya aku look-nya kayak gini?” lanjut Enzy.

Berbagai tekanan yang dialami pada usia muda itu sempat membuat Enzy berpikir untuk mengakhiri hidupnya.

“Tadinya aku kayak udah apa mati aja, ngapain ya aku di dunia. Bayangin anak umur 9 tahun aku bisa mikir ‘kayaknya aku mati aja deh Tuhan,’ kayak ‘aku kenapa dilahirin kalau kayak gini keadaannya,’” kata Enzy sambil mengusap air matanya.

Namun Enzy bersyukur, kehadiran sang adik telah membuatnya dia lebih kuat dan menjadi harapannya untuk hidup.

“Aku beruntung punya adek aku, adek aku kayak penyelamat hidup aku, dengan adanya dia aku jadi punya hope,” kata Enzy.

Enzy kemudian memulai kariernya di dunia hiburan sejak tahun 2009 sebagai seorang model.

Dia mulai dikenal setelah bermain dalam Republik Twitter sebagai Nadia Cahyadi.

Kesuksesan karier Enzy memuncak ketika ikut membintangi sinetron Ganteng Ganteng Serigala sebagai vampir bernama Amel.

Sumber: palembang.tribunnews

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.