Menu
kabarpetang media

Jalani Puasa Ramadan tanpa Vanessa Angel dan Bibi, Hati Oma Gala Hancur Teriris: Jiwa Kalian Sinar

  • Share

Kepergiaan Vanessa Angel dan Bibi hingga kini masih menyisakan duka bagi keluarga.

Apalagi di momen Ramadan kali ini.

Ini adalah bulan Ramadhan pertama tanpa kehadiran Vanessa Angel dan Bibi.

Momen pahit dan pedih ini kini harus dirasakan oleh semua keluarga yang ditinggalkan.

Baru-baru ini rasa sedih sekaligus pilu tak bisa disembunyikan oleh Dewi Zuhriati.

Bak hati hancur teriris kenyataan, Oma Gala harus telan pil pahit dengan semua kejadian yang menimpa keluarganya.

Kerinduan akan kehadiran Vanessa Angel dan Bibi, hanya bisa dicurahkan lewat ziarah atau pun doa.

Sebelum puasa kali ini, keluarga besar Haji Faisal diketahui juga sudah ziara ke makam Vanessa Angel dan Bibi.

Deraian air mata kalut dalam momen pilu tersebut.

Dalam momen tersebut, hadir pula Gala Sky, yang masih belum mengerti apa yang sebenarnya terjadi.

Meski masih dirundung duka, keluarga Haji Faisal sudah berusaha ikhlas atas ketentuan sang khalik.

Baru-baru ini Dewi Zuhriti pun menuliskan puisi tentang ungkapan kenangan atas kerinduan pada Vanessa Angel dan Bibi Ardiansyah.

Puisi tersebut dibagikan oma Gala Sky lewat unggahan terbarunya di Instagram.

Sebagai ibu yang melahirkan Bibi, Dewi Zuhriati hingga kini masih merasakan sesak jika mengingat kepergian putranya.

Keluarga Faisal ziarahi makam Bibi Andriansyah untuk rayakan ulang tahun suami Vanessa Angel yang ke-32

“Selamat jalan anak-anakku tercinta

Jiwa kalian adalah sinar dalam hidup kami

Nama kalian kami sebut dalam linang air mata.” bunyi puisi yang ditulis istri Haji Faisal, dilansir Tribun Style pada Sabtu, 2 April 2022.

Meski kini telah pergi selama-lamanya, Dewi Zuhriati berharap kedua anak kesayangannya itu bisa berada di surga.

“Melepas kalian jadi penghuni surga.

Kalian jiwa yang sebentar kami jaga.

Jadi peneguh atas sempoyongannya jiwa kami.

Sekarang diri kalian diam tanpa kata.

Terbaring dengan siraman merebak doa,” lanjutnya.

Ibunda Fuji itu bahkan masih tak percaya bahwa anak dan menantunya telah pergi untuk selamanya.

“Begitu cepat kalian pergi tinggalkan kami

Sesak didada entah kapan berhenti

Hidup kami akan terasa sepi

Kalian adalah obat penenang hati

Kami mengunci rasa yang tidak sanggup diucapkan dengan kata-kata

Gejolak meletus hancurkan semua jiwa

Cuma tangis kami yang sejak dari awal terpecah

Sebagai wakil sepotong duka yang tidak tertahan raga.

Kami hanya sanggup menggengam jari kalian yang tidak lagi bergerak dingin menghempas masa lalu yang berserak

entah dipurnama berapa hati sanggup bergerak

Meratap badai duka yang semakin bergejolak,” tukasnya.

Sumber : palembang.tribunnews

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.