Menu
kabarpetang media

Begini Perlakuan Asli Keluarga Syahrini pada Para ART Terekam, Dipicu Sikap Aisyahrani Kala di Meja Makan

  • Share

Penyanyi Syahrini tak lekang dari sorotan. Meskipun tak aktif lagi di dunia entertainment namun istri Reino Barack itu masih tersohor di kalangan selebritis Tanah Air.

Semenjak dinikahi oleh pengusaha bernama Reino Barack, wanita yang akrab disapa Incess ini membatasi gerak langkahnya dalam industri musik.

Kakak Aisyahrani itu memilih untuk berbakti kepada suami, menemani Reino Barack kemanapun ia melangkah.

Bahkan sejak menikah di tahun 2019 sampai sekarang, kolom komentar instagram Syahrini masih saja dimatikan.

Nah, sebagai artis papan atas ditambah jadi menantu konglomerat Rosano Barack dan Reiko Barack.

Bagaimana perlakuan sebenarnya keluarga Syahrini kepada para Asisten Rumah Tangga?

Hal ini belakangan terungkap imbas sikap Aisyahrani di meja makan.

Sabtu (13/11/2021) Aisyahrani tanpa Syahrini memboyong keluaganya makan di Altitude Grill, Jakarta Pusat.

Dari situ lah sikap keluarga Syahrini pada karyawannya terungkap gegara terekam kamera.

Aisyahrani rupanya mempersilahkan suster-susternya untuk makan bareng.

Tak ada jarak, para suster dipersilahkan duduk di kursi yang sama dengan keluarga Incess.

Bahkan Rani terdengar menawarkan menu makanan apa saja untuk ART-nya.

“Cus mau apalagi cus??, “ kata Aisyahrani.

Suster agaknya meminta nasi kepada Rani.

“Nasi?? Iya ada cus sabar, “ sambungnya.

Suster Raja dan Ratu mengakui harus memakan nasi agar kuat bekerja.

Pengakuan mereka picu tawa Aisyahrani.

Aisyahrani makan satu meja dengan ART

Momen ini jadi perhatian oleh fans Syahrini dan Reino Barack.

Kedekatan suster dan majikan ini heboh dibicarakan oleh fanbase SyahRieno yang terkumpul dalam instagram @official.syrb.

“Masya Allah, Tabarakallah happy Zaelani family

Pada makan di @altitudejakarta ya,..Masya Allah ga cuma keluarga tapi yg Mbak2nya yg bantuin dirumah juga ikut duduk satu meja,..Masya Allah keluarga yg inspiratif, semoga selalu dilimpahi rezeki sm Allah SWT.. Aamiin
Happy Saturday night semua,..

#syahreino Till Jannah, “ terang admin @official.syrb dalam caption.

Sikap Aisyahrani kepada ART-nya kala makan di restoran jadi perhatian

5 Cara Islam Memperlakukan Asisten Rumah Tangga

Pembantu rumah tangga merupakan salah satu faktor pendukung seorang ibu dalam mengerjakan pekerjaan di rumah. Oleh sebab itu dalam Islam kita harus memperlakukan pembantu rumah tangga layaknya keluarga sendiri.

Pola hubungan antara tuan dan pembantunya itu diatur sedemikian rupa dalam Islam. Hal itu salah satu tujuannya adalah untuk menghindari terjadinya pelanggaran hak dan tidak terlaksananya kewajiban.

Sikap yang diteladankan Rasulullah SAW saat memperlakukan pembantunya pada dasarnya menjadi gambaran umum tentang pola ideal antara majikan dan pembantu.

Rasulullah SAW bersabda, “Perhatikan kaum yang lemah, sebab kamu diberi rizki dan diringankan beban oleh mereka ..” (H.R. Bukhari).

Saat mereka berada di sisi kita, sering kita melupakan, bahkan kurang menghargai keberadaan mereka.

Ini terbukti dari kecenderungan sebagian orang yang berbuat sewenang-wenang terhadap pembantunya.

Kita wajib memperlakukan pembantu secara baik, penuh kesetaraan. Kemuliaan seseorang bukan pada predikat kaya atau tidak, tapi pada ketakwaannya,

Sangat besar dosa orang-orang yang menganiaya pembantunya. Jangankan menganiaya mereka yang notabene manusia, bahkan Islam mengharamkan menganiaya binatang, sebagaimana dijelaskan dalam riwayat berikut.

Ibnu Umar RA. berkata, Rasulullah SAW bersabda, “Ada seorang wanita di azab dikarenakan mengurung seekor kucing yang tidak diberi makan dan minum hingga kucing itu mati.” (H.R. Muttafaq ‘Alaih).

Keterangan ini menegaskan bahwa berbuat aniaya pada binatang saja akan mendapatkan sanksi yang berat, apalagi pada manusia, tentu akan lebih berat lagi.

Berikut Islam mengajarkan bagaimana seharusnya kita memperlakukan para pembantu, yaitu:

1. Posisikan pembantu sebagai saudara

Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya pembantumu adalah saudaramu. Berikan makanan dan pakaian kepadanya sesuai dengan pakaian dan makananmu.” (H.R. Abu Daud).

Nabi SAW menekankan bahwa hubungan pembantu dengan majikan bukan semata-mata hubungan kerja dan fungsional, tetapi juga hubungan kekeluargaan dan persaudaraan atas dasar nilai-nilai kemanusiaan.

2. Jangan menakut-nakutinya

Banyak kasus, para pembantu ditakut-takuti oleh majikannya agar mau mengikuti kemauan majikan.

Perbuatan seperti ini hukumnya haram sebagaimana dijelaskan Rasulullah SAW, “Haram seorang menakut-nakuti saudaranya.” (H.R. Abu Daud dan Thabrani).

3. Jangan memakinya

Tidak sedikit pembantu yang kehormatannya diinjak-injak dengan dimaki-maki di depan umum hanya karena kesalahan sepele.

Padahal Rasulullah SAW membenci perbuatan seperti ini, sabdanya, “Memaki seorang muslim adalah fasik dan membunuhnya adalah kufur.” (H.R. Bukhari-Muslim)

4. Jangan berbuat zalim

Di antara bentuk perbuatan zalim yaitu memberikan upah di bawah standar dan tidak memberi upah sesuai jadwal yang disepakati.

Kalau kita pernah menjanjikan mengupahnya setiap tanggal 1, kita wajib melaksanakan janji tersebut.

Seandainya kita tidak mampu menepatinya, kita wajib minta maaf atas keterlambatan tersebut. Sebab kalau tidak, berarti kita telah menzaliminya.

Rasulullah SAW bersabda “Jauhi zalim, karena akan menjadi sumber kegelapan pada hari kiamat.” (H.R. Bukhari-Mslim).

5. Bantu pekerjaannya

Fungsi pembantu yaitu membantu pekerjaan kita, karenanya usahakan untuk meringankan pekerjaannya.

Rasulullah SAW sangat menghargai orang-orang yang suka membantu meringankan beban pekerjaan orang lain, termasuk di dalamnya meringankan pekerjaan para pembantu, sabdanya,

“Siapa yang menolong kesusahan seorang muslim dari kesusahan-kesusahan dunia, pasti Allah akan menolongnya dari kesusahan-kesusahan akhirat. Siapa yang meringankan beban orang yang susah, niscaya Allah akan meringankan bebannya di dunia dan akhirat.

Siapa yang menutup aib seorang muslim niscaya Allah akan tutup aibnya di dunia dan akhirat. Allah akan senantiasa menolong hamba-Nya selama si hamba itu suka menolong orang lain”. (H.R. Bukhari)

Sumber: banjarmasin.tribunnews

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.